Beranda Berita Budaya Literasi dan Pemanfaatan Internet Sehat dalam Keluarga

Budaya Literasi dan Pemanfaatan Internet Sehat dalam Keluarga

146
0
Budaya Literasi dan Pemanfaatan Internet Sehat dalam Keluarga
Budaya Literasi dan Pemanfaatan Internet Sehat dalam Keluarga

Teknologi tidak dapat dihindari dalam kehidupan sehari-hari, dari teknologi yang paling sederhana sampai teknologi yang termutahir di masa kini. Internet merupakan salah satu teknologi yang bisa kita nikmati dan tidak dapat kita elak kan. Dengan menggunakan internet kita dapat berkomunikasi dengan orang lain di belahan dunia lain, baik menggunakan surat elektronik (e-mail), jejaring sosial atau lebih dikenal dengan media sosial (medsos), dan beberapa aplikasi penyedia alat komunikasi mulai dari teks, panggilan suara sampai dengan tatap muka (panggilan video).

Internet menembus ruang dan waktu dengan memudahkan kita mengetahui berita dari berbagai penjuru dunia, dan mengetahui segala informasi yang kita butuhkan dengan hanya mengaksesnya. Namun sebaik-baiknya teknologi pasti memuat dua sisi yaitu dampak positif dan juga dampak negatif. Karena kemudahan yang diperoleh dari mengakses internet, tidak jarang pengaruh negatif pun muncul karenanya, tidak terkecuali pada anak-anak. Kurangnya pendampingan dan pemahaman penggunaan internet pada anak, tidak sedikit mengakibatkan pengaruh negatif pada anak karena di salah gunakan.

Pemanfaatan Internet Sehat dalam Keluarga

Keluarga merupakan lembaga pendidikan pertama dan utama, fungsi ini tidak dapat kita anggap remeh dalam tumbuh kembang anak. Khususnya pada masa kini dengan kemudahan mengakses internet dapat dilakukan kapan saja, dimana saja dan oleh siapa saja dari orang dewasa sampai anak-anak pun sudah dengan mudah mengakses internet.

Seperti contoh orang tua yang ingin memberikan pembelajaran awal pada anaknya untuk mengenalkan warna, angka dan sebagainya, kemudian orang tua menunjukkan beberapa video menggunakan gadget yang terkoneksi internet, kemudian saat anak merasa bosan atau sebaliknya orang tua yang lelah tidak ingin melihat kerewelan anak menjadikan gadget yang terkoneksi internet ini sebagai alat pengalih perhatian anak agar tidak “mengganggu” orang tua yang lelah.

Kejadian demikian sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, karena orang tua merasa tidak ingin mendengar rengekan anak dan tidak ingin repot mencari pengalih perhatian lain. Padahal situasi yang demikian jika dilakukan terus menerus akan menjadi momok yang besar dikemudian hari apalagi ketika orang tua tidak dengan benar mendampingi anak-anaknya dalam menggunakan gadget yang terkoneksi internet.

REKOMENDASI KAMI
Hari Libur Nasional Tahun 2018 Dan Cuti Bersama

Tidak jarang kita melihat di beberapa berita baik media televisi, ataupun media online yang menceritakan beberapa kasus kejahatan yang dilatar belakangi pada penyalahagunaan internet oleh anak-anak. Misalnya pada kasus anak yang kecanduan game online dan menggunakan kartu kredit orang tuanya saat bermain game online. Iskandar (2014, 01 September). Kecanduan Game, Anak Kuras Kartu Kredit Ayah.  Dikutip 03 Juli 2019 dari Liputan 6: https://www.liputan6.com/tekno/read/2098931/kecanduan-game-anak-kuras-kartu-kredit-ayah . Ini adalah salah satu contoh kasus dimana anak memiliki kemudahan dalam mengakses internet untuk game online yang kemudian si anak terbiasa dan sampai menjadi kecanduan karena terlalu sering menghabiskan waktu bermain game online. Hal yang tampak adalah bahwa orang tua kurang memantau kebiasaan sehari-hari anak, kurang mendampingi sehingga kejadian tersebut terjadi.

Salah satu contoh kejadian di atas merupakan hal yang tidak mengenakan bagi orang tua yang mengalaminya, karena terlihat kurang awas terhadap anak. Pasti orang tua dimana saja tidak pernah ingin mengalami hal yang demikian terjadi pada anak mereka. Disinilah peran orang tua dalam keluarga memang sangat dibutuhkan dalam tumbuh kembang anak, anak memerlukan pendidikan sejak dini tentang penggunaan internet “SEHAT”. Orang tua harus memiliki kemampuan literasi yang baik untuk mencari informasi bagaimana penggunaan internet “SEHAT” dalam keluarga.

Orang tua dapat memperolehnya dari berbagai sumber, seperti membaca artikel, atau buku yang membahas tentang penggunaan internet, bergabung dengan forum parenting pada media sosial, menyimak talk show, membaca artikel pada blog, bahkan portal milik pemerintah yang membahas tentang parenting khususnya penggunaan internet “SEHAT”.

REKOMENDASI KAMI
Ikuti Lomba MembaTIK 2019 dari Kemdikbud

Sejak Agustus 2018 lalu terdeteksi terjadi 162 hoaks terkait pemilu, 3.021 fraud atau kasus penipuan online, 41 hingga 50 perundungan siber, 10.451 terkait radikalisme dan 71.265 konten tentang perjudian
(kominfo.go.id 2019, 30 Juni. Pornografi Masih Merajai Konten Negatif Internet Indonesia. Dikutip 03 Juli 2019 dari kominfo.go.id, gatra.com: https://kominfo.go.id/content/detail/19631/pornografi-masih-merajai-konten-negatif-internet-indonesia/0/sorotan_media)

Orang tua “harus” mau mencari tahu sebanyak mungkin bagaimana pemanfaatan internet “SEHAT”, atau bahkan orang tua juga bisa saling bertukar informasi dengan orang tua lainnya bagaimana penerapan internet “SEHAT” dalam keluarganya.

Setelah orang tua mengetahui informasi tentang penggunaan internet “SEHAT”, selanjutnya orang tua mulai menerapkan apa yang telah dibaca, didengar dan dipahami tentang internet “SEHAT” tersebut dalam keluarga. Seperti melakukan pendampingan pada anak saat menggunakan gadget yang terkoneksi internet, memberikan rambu-rambu serta pemahaman pada anak apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dengan penggunaan gadget yang terkoneksi internet, memberikan batasan waktu dalam menggunakan gadget, konsisten dalam kesepakatan yang telah diputuskan. Ketika melakukan pendampingan pada anak saat menggunakan internet, orang tua dapat sambil menjelaskan manfaat positif dari internet itu sendiri dengan memperkenalkan anak pada pemanfaatan portal-portal pembelajaran yang berguna untuk pendidikannya kelak.

Pemberian pendidikan sejak awal sebelum penggunaan internet sangat penting bagi anak, agar anak memperoleh gambaran positif, dapat terbiasa pada hal-hal yang diperbolehkan atau yang tidak saat mengakses internet serta mendapatkan pemahaman yang benar tentang internet “SEHAT”. Pendidikan internet “SEHAT” juga akan berdampak lebih positif lagi jika lingkungan masyarakat pada umumnya, dan orang tua pada khususnya menjadikan hal tersebut sebagai budaya. Untuk menumbuhkan suatu kebiasaan yang baik dalam penggunaan internet “SEHAT” sebagai budaya, hendaknya semua pihak ikut berpatisipasi dalam mensukseskan tujuan tersebut. Hal itu akan sangat mendukung tiap keluarga yang telah ikut menerapkan kebiasaan baik dalam menggunakan internet “SEHAT”.

REKOMENDASI KAMI
Formasi CPNS Tahun 2019 dan Rinciannya

Lingkungan masyarakat secara tidak langsung telah menumbuhkan budaya literasi dalam menerapkan internet “SEHAT”, karena masyarakat telah terbiasa mencari informasi yang benar saat mengakses internet. Memahami informasi tersebut sebelum pada akhirnya menyebarkan informasi yang didapat kepada orang lain, agar tidak menjadi informasi yang salah atau tidak relevan dikemudian hari.

Begitulah keterkaitan antara keluarga dan andilnya lingkungan masyarakat dalam tumbuh kembang anak, semuanya saling terkait satu sama lain dan tidak dapat dipisahkan. Kebiasaan literasi yang baik oleh semua pihak sangat membantu untuk terwujudnya tumbuh kembang anak yang baik di masa depan, apalagi dengan kemajuan teknologi seperti internet saat ini. Selain pendidikan dini dalam keluarga sebagai awal anak memperoleh pengetahuannya, lingkungan sekolah dan masyarakat pun berdampak sangat besar bagi tumbuh kembangnya. Dengan pembiasaan dari semua elemen ini, anak akan terbentuk dengan sendirinya memiliki kemampuan literasi yang baik di masa yang akan datang. Anak akan lebih berhati-hati dalam menggunakan internet karena sudah memperoleh informasi sebelumnya tentang apa yang boleh diakses dan apa yang tidak boleh diakses dari lingkungannya, baik dari keluarga, sekolah maupun masyarakat.

Anak juga dapat mengembangkan dirinya secara maksimal dengan memanfaatkan teknologi internet bagi pendidikan yang ditempuhnya. Anak bisa jadi lebih hebat dari yang diharapkan orang tua ketika dia dipercaya mengembangkan dirinya, didampingi dalam prosesnya, didukung saat menapaki langkahnya.

Pada akhirnya semua yang dikhawatirkan orang tua pada pesatnya kemajuan teknologi akan teratasi dengan sendirinya jika orang tua bersama lingkungan di sekitar seperti sekolah dan masyarakat saling mendukung satu sama lain mempersiapkan anak sejak dini dengan literasi.

#Sahabatkeluarga #LiterasiKeluarga