Beranda Download Buku Tanya Jawab Seputar Pembinaan Guru dari Kemdikbud

Buku Tanya Jawab Seputar Pembinaan Guru dari Kemdikbud

611
0
Buku Tanya Jawab Seputar Pembinaan Guru
Buku Tanya Jawab Seputar Pembinaan Guru

Buku Tanya Jawab Seputar Pembinaan Guru dari Kemdikbud tahun 2019, Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar, sebagai unit yang bertanggung jawab untuk pembinaan guru pendidikan dasar (jenjang SD dan SMP) bertanggung jawab untuk mendukung guru dalam menjalankan peran mulianya untuk mencerdaskan anak bangsa. Agar guru mendapatkan informasi yang tepat dan akurat dalam menjalankan kewajiban dan mendapatkan hak yang sesuai,

Buku Tanya Jawab Seputar Pembinaan Guru, Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar menerbitkan buku Tanya Jawab Seputar Pembinaan Guru. Buku ini meliputi tentang beban kerja guru, tunjangan profesi guru, pengembangan karir guru PNS, maupun penyetaraan jabatan dan pangkat bagi guru bukan PNS.

Baca juga

Buku Tanya Jawab Seputar Pembinaan Guru

Atas masukan dari berbagai pihak dan disesuaikan dengan perkembangan dan perubahan kebijakan organisasi, buku ini telah direvisi pada beberapa bagian terkait. Selanjutnya, kami berharap buku ini dapat memberikan manfaat dan informasi bagi pemerintah daerah, pemerintah pusat, masyarakat, serta pihak lainnya yang berkepentingan dalam penggunaan data guru jenjang pendidikan dasar. Akhirnya, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlah terlibat aktif dalam penyelesaian buku ini.

  • KATA PENGANTAR
  • DAFTAR ISI
  • Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah
  • Nomor Unik Pendidik Dan Tenaga Kependidikan (NUPTK)
  • Sertifikasi Guru
  • Nomor Registrasi Guru (NRG)
  • Info GTK
  • Surat Keputusan Tunjangan Profesi (SKTP)
  • Tunjangan Profesi
  • Permasalahan Pembayaran Tunjangan
  • Penilaian Kinerja Guru (PKG) dan Penilaian Prestasi Kerja (PPK)
  • Pengembangan Karir Dan Penetapan Angka Kredit Guru (PAK)
  • Penyetaraan Jabatan Dan Pangkat Bagi Guru Bukan PNS
REKOMENDASI KAMI
Aplikasi RKAS Sesuai Juknis BOS 2017 Lengkap Dengan Perubahan

Itulah tadi daftar isi buku tanya jawab ini, yang memuat tanya jawab dan kiranya sangat baik untuk kita cermati dari pertanyaan dan jawaban yang termuat pada buku ini bisa jadi merupakan pertanyaan bapak/ibu juga.

Tanya Jawab Seputar Pembinaan Guru

BEBAN KERJA GURU, KEPALA SEKOLAH, DAN PENGAWAS SEKOLAH

  1. Apa saja beban kerja guru?
    Jawab : Beban kerja Guru mencakup kegiatan/tugas utama pokok:
    a. merencanakan pembelajaran atau pembimbingan;
    b. melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan;
    c. menilai hasil pembelajaran atau pembimbingan;
    d. membimbing dan melatih peserta didik; dan
    e. melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada fungsi sekolah/madrasah sesuai dengan peraturan perundangundangan.
  2. Apakah kegiatan pokok yang merupakan beban kerja guru harus dilaksanakan di sekolah?
    Jawab : Ya. Guru harus berada di sekolah paling sedikit 37,5 (tiga puluh tujuh koma lima) jam kerja dalam 1 (satu) minggu untuk melaksanakan tugas pokok guru.

Apakah yang dimaksud dengan ‘melaksanakan pembelajaran’? Jawab : Pelaksanaan pembelajaran adalah kegiatan tatap muka di kelas yang jumlah jamnya sesuai dengan struktur kurikulum.

Berapa jumlah jam tatap muka yang menjadi beban kerja Guru ketika melaksanakan pembelajaran?
Jawab : Beban kerja Guru untuk melaksanakan pembelajaran paling sedikit memenuhi 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dan paling banyak 40 (empat puluh) jam tatap muka dalam I (satu) minggu, yang merupakan bagian jam kerja dari jam kerja sebagai pegawai yang secara keseluruhan paling sedikit 37,5 (tiga puluh tujuh koma lima) jam kerja dalam 1 (satu) minggu.

REKOMENDASI KAMI
RPP Kurikulum 2013 Lengkap Untuk SD/MI Berdasar Permendikbud 103

Apakah guru yang mendapat tugas tambahan dan tugas tambahan lainnya harus memenuhi Beban kerja Guru paling sedikit 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dan paling banyak 40 (empat puluh) jam tatap muka dalam I (satu) minggu?

Jawab : Tidak. Pemenuhan beban kerja Guru dengan tugas tambahan sebagai berikut: a. 12 (dua belas) jam tatap muka untuk tugas tambahan wakil kepala satuan pendidikan; ketua program keahlian satuan pendidikan; kepala perpustakaan satuan pendidikan; kepala laboratorium, bengkel, atau unit produksi satuan pendidikan; b. 6 (enam) jam tatap muka untuk pembimbing khusus pada satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan inklusi atau pendidikan terpadu. Sedangkan bagi guru dengan tugas tambahan lainnya paling banyak 6 (enam) jam tatap muka untuk untuk tugas tambahan lain.

Sertifikasi Buku Tanya Jawab Seputar Pembinaan Guru

Mengapa sertifikasi guru dilakukan? Jawab: Guru merupakan suatu profesi layaknya profesi lain. Oleh karena itu, agar dapat dikatakan professional, maka Guru perlu disertifikasi untuk menguasai 4 kompetensi meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Sertifikasi guru dilaksanakan melalui pendidikan profesi guru.

Apa dasar pelaksanaan sertifikasi?
Jawab: Dasar utama pelaksanaan sertifikasi adalah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD) yang disahkan tanggal 30 Desember 2005. Pasal yang menyatakannya adalah Pasal 8: guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. lihat juga struktur kurikulum PPGJ

REKOMENDASI KAMI
Buku Matematika Kurikulum 2013 Revisi 2018

Pasal lainnya adalah Pasal 11, ayat (1) menyebutkan bahwa sertifikat pendidik sebagaimana dalam pasal 8 diberikan kepada guru yang telah memenuhi persyaratan. Landasan hukum lainnya adalah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan yang ditetapkan pada tanggal 4 Mei 2007. Selanjutnya ditetapkan berbagai peraturan perundang-undangan tentang pelaksanaan Sertifikasi Guru bagi Guru dalam Jabatan.

Apakah sertifikasi guru menjamin peningkatan kualitas guru?
Jawab: Sertifikasi merupakan sarana atau instrumen untuk mencapai suatu tujuan, bukan tujuan itu sendiri. Perlu ada kesadaran dan pemahaman dari semua fihak bahwa sertifikasi adalah sarana untuk menuju kualitas.

Kesadaran dan pemahaman ini akan melahirkan aktivitas yang benar, bahwa apapun yang dilakukan adalah untuk mencapai kualitas. Contohnya, kalau seorang guru kembali masuk kampus untuk meningkatkan kualifikasi akademiknya, maka belajar kembali ini bertujuan untuk mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan dan keterampilan, sehingga mendapatkan ijazah S-1.

Ijazah S-1 bukan tujuan yang harus dicapai dengan segala cara, termasuk cara yang tidak benar melainkan konsekuensi dari telah belajar dan telah mendapatkan tambahan ilmu dan keterampilan baru. Demikian pula kalau guru mengikuti sertifikasi, tujuan utama bukan untuk mendapatkan tunjangan profesi, melainkan untuk dapat menunjukkan bahwa yang bersangkutan telah memiliki kompetensi sebagaimana disyaratkan dalam standar kompetensi guru. Tunjangan profesi adalah konsekuensi logis yang menyertai adanya kemampuan yang dimaksud.

Selengkapnya Download ebook TANYA JAWAB PEMBINAAN GURU 2019.pdf